Cara Mengukur Suhu Inti Bumi

Cara Mengukur Suhu Inti Bumi – Bumi planet yang kita tinggali masih memiliki berjuta misteri yang belum terpecahkan. Akan tetapi sebuah penelitian telah menemukan bahwa inti dalam bumi memiliki panas yang lebih besar dari prediksi pada penelitian sebelumnya.

Cara Mengukur Suhu Inti Bumi

Para peneliti telah menghitung suhu batas inti dalam dan luar Bumi dimana suhu dalam Bumi diperkirakan mencapai 6.000 derajat Celcius yang dibandingkan penelitian sebelumnya maka hasil ini menunjukkan 1.000 derajat lebih panas.  Panas pada inti dalam bumi ini digambarkan sama dengan panas pada permukaan matahari yang menjadi pusat tata surya kita.

Yang menjadi pertanyaannya adalah tentu bagaimana para peneliti dapat mengukur suhu inti bumi tersebut, apakah ada termometer atau alat pengukur suhu lainnya yang dapat menjangkau dan mengukur suhu inti bumi?

Penelitian untuk mengukur suhu inti bumi ini melibatkan gabungan peneliti dari European Synchrotron Radiation Facility (ESRF), CEA, National Center for Scientific Research (CNSR) Prancis dan organisasi riset teknologi nasional Perancis.

Dengan mengukur titik lebur besi peneliti dapat memprediksi suhu di dalam inti bumi dan dengan perbedaan suhu tiap lapisan dalam Bumi juga menjelaskan bagaimana Bumi menghasilkan medan magnet.

Seperti yang kita ketahui bahwa Bumi kita terdiri dari beberapa lapisan dan lapisan terdalam terdapat pada inti dalam Bumi yang berupa material keras. Pada bagian luar inti Bumi dalam ini dikelilingi oleh inti Bumi yang cair dan di atas inti luar itu terdapat mantel Bumi dengan kedalaman sekitar 2.890 km.

Terdapat perbedaan suhu 1.500 derajat Celcius antara inti terdalam dan mantel Bumi dan perbedaan itu memicu gerakan panas yang menciptakan medan Bumi. Hal ini sedikit berbeda pada penelitian sebelumnya yang mencoba mengukur suhu inti bumi. Hasil penelitian tersebut kemudian dimuat dalam Jurnal Science dan sempat membingungkan para ilmuwan dan peneliti.

Sinar X

Pengujian panas ini menggunakan sinar X yang memiliki pengukuran lebih cepat karena membutuhkan beberapa detik saja untuk melakukan pengukuran. Penelitian tersebut dilakukan pada laboratorium yang pernah digunakan untuk meneliti panas Bumi dengan cara mengkompresi sampel besi dari dalam Bumi.

Teknik pengukuran dengan memanfaatkan difraksi (lenturan) yang terjadi saat sinar X menabrakkan sebuah rintangan atau tikungan di sekitarnya, kemudian peneliti mengirimkan semburan sampel besi dan mengamati penanda suhu panas berupa cincin luas.

Percobaan ini dicanangkan di titik lebur besi dengan suhu 4.800 derajat Celcius pada tekanan 2,2 juta kali yang ditemukan dalam permukaan laut Bumi dan dari pengukuran ini, peneliti memperkirakan batas antara inti dalam dan luar Bumi membakar suhu 10.832 Fahrenheit atau 6.000 derajat Celcius.