Cara Penyimpanan Kacang-Kacangan

Cara Penyimpanan Kacang-Kacangan – Kacang – kacangan yang biasa disebut polongan (berbunga kupu-kupu) ini termasuk dalam family atau kelompok leguminosa. Di Indonesia, kacang – kacangan ini merupakan sumber protein yang sangat penting bagi masyarakat kita. Jenis kacang-kacangan ini dibagi berdasarkan jenisnya atau varietasnya atau namanya. Selain itu warna, bentuk, dan karakteristik fisiknya juga menjadi pembedanya, jenis kacang – kacangan ini yaitu :

a. Kacang merah
Kacang jenis ini termasuk dalam makanan nabati kelompok kacang polong (legume) yang masih satu fammily dengan kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo dan kacang uci. Yang termasuk dalam kacang merah adalah red been, kacang adzuki (kacang merah kecil) dan kidney (kacang besar).

b. Kacang kedelai
Kacang kedelai adalah salah satu jenis kacang – kacangan yang dijadikan bahan dasar untuk makanan dari asia timur seperti kecap, tahu, tempe.

c. Kacang tanah
Kacang tanah adalah salah satu jenis kacang yang paling sering digunakan dalam dunia baking.

d. Kacang bogor
Kacang bogor merupakan jenis kacang yang sebenarnya kurang populer di Indonesia, nama kacang ini diberikan karena banyak dijajakan pada tempat tersebut. Pada awal abad ke-20 tanaman penghasil kacang bogor ini baru masuk ke Indonesia, sebagai sumber protein baru namun kacang jenis ini kurang populer karena proses produksinya yang rendah.

Kacang – kacangan ini merupakan komoditas yang cukup penting di Negara kita, namun sebelum di distribusikan hingga ke tangan konsumen biasanya kacang ini akan disimpan dalam waktu yang lama. Proses pengolahan dan penyimpanan ini haruslah dilakukan dengan cara yang benar agar terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh :

  • Kerusakan mikrobiologi (mikroba) karena bakteri, kapang dan khamir
  • Kerusakan fisik dan mekanik akibat faktor mekanis
  • Kerusakan kimiawi akibat adanya reaksi enzimatis, non enzimatis dan ketengikan akibat reaksi oksidasi dan hidrolisis bahan pangan

Karena kacang ini terdapat berbagai jenisnya maka cara penyimpanannya juga memiliki beberapa jenis pula. Kacang – kacangan memiliki kandungan lemak yang tinggi yang membuatnya mudah tengik terlebih bila telah dikuliti.

Kacang yang disimpan dalam kemasan yang kering dan kedap udara mampu bertahan hingga setahum, bila sudah dikuliti maka mampu bertahan hingga 4 bulan.

Di negara kita cara penyimpanan kacang – kacangan ini masih sangat sederhana sehingga kemungkinan besar kacang yang sampai ke tangan konsumen sudah mengalami penurunan mutu yang disebabkan oleh mikroba dan penurunan gizi yang salah satunya adalah protein sebesar 12%.

Selain itu faktor kadar air juga sangat penting dalam proses penyimpanan ini. Kadar air kacang yang kurang dari 8% membuat kacang tersebut awet disimpan dalam waktu yang lama. Dalam skala besar atau industri biasanya petani atau kalangan industri akan menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur kadar air kacang.

Alat ukur kadar air atau moisture meter yang terbaik untuk mengukur kadar air kacang ini adalah moisture meter JV006. Alat ini merupakan alat yang sangat tepat guna mengukur kadar air berbagai jenis bijian seperti kacang.