Faktor Keberhasilan Bertanam Hidroponik

Faktor Keberhasilan Bertanam Hidroponik – Bercocok tanam secara hidroponik merupakan cara bercocok tanam yang cocok untuk lahan sempit. Hidroponik juga cocok untuk dilakukan di kota – kota besar dan dengan teknik yang tepat bahkan bercocok tanam hidroponik juga akan memberikan hasil yang lumayan.

Namun bercocok tanam hidroponik juga harus memperhatikan faktor – faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam hidroponik. Secara garis besar berikut adalah beberapa faktor keberhasilan dalam bertanam hidroponik :

  • Cahaya yang cukup

Kebutuhan akan cahaya yang cukup diperlukan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis yang digunakan untuk mengubah energi pada setiap tumbuhan menjadi bahan makanan. Kebutuhan akan cahaya matahari yang cukup diperlukan oleh hampir semua jenis tanaman untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Apabila tanaman hidroponik kita memiliki batang yang kurus atau besarnya tidak sesuai dengan tingginya, hal ini disebabkan karena tanaman kurang mendapatkan cahaya yang cukup. Apabila kita bertanam hidroponik pada ruangan tertutup yang tidak terkena cahaya matahari kita dapat menggantinya dengan cahaya lampu dan biasanya pemberian cahaya lampu ini ke tanaman hidroponik dilakukan selama 8  – 10 jam tergantung dari jenis tanamannya.

  • Kualitas dan kebersihan air

Kebutuhan akan air dalam budidaya hidroponik merupakan kebutuhan yang vital, air yang digunakan untuk menyiram tanaman hidroponik sebaiknya air netral dengan pH 5 – 7. Anda bisa memastikan kadar pH air tersebut tepat atau tidaknya menggunakan pH meter. Bila air yang Anda gunakan adalah air yang bersumber dari PDAM maka sebaiknya Anda endapkan air tersebut dalam penampungan lebih dahulu selama 7 – 10 hari untuk mendapatkan pH yang sesuai. Namun bila Anda menggunakan air yang bersumber dari air sumur, air sungai (yang tidak terkena limbah) atau air hujan maka Anda dapat langsung menggunakannya pada tanaman.

Nutrisi yang diberikan pada tanaman akan terserap dengan baik bila akar mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Dalam budidaya hidroponik akar mendapatkan pasokan oksigen dari pemberian air pada tanaman, oleh karena itu air yang digunakan harus dipastikan mengandung oksigen yang cukup. Selain itu bila air tersebut dalam kondisi diam juga akan menyebabkan akar tanaman sulit menyerap nutrisi yang diberikan. Oleh karena itu bila Anda bercocok tanam secara hidroponik maka Anda harus rajin mengganti air yang digunakan. Selain itu Anda juga bisa menggunakan sistem aquaponik jika menggunakan paralon.

  • Pemberian Nutrisi dengan baik

Pengaruh lain dalam berhasil atau tidaknya tanaman hidroponik adalah dalam pemberian nutrisinya. Karena budidaya hidroponik tidak menggunakan media tanah maka pemberian nutrisi merupakan hal yang sangat penting. Karena dari sinilah tanaman akan tumbuh dengan baik.

  • Media struktur pendukung hidroponik

Selain hal yang sudah disebutkan, struktur media pendukung seperti net pot, paralon dan lainya juga harus diperhatikan. Media harus dipastikan agar posisinya tidak tergeser atau berubah posisi karena dapat membuat tanaman patah atau bahkan roboh. Apabila tanaman sudah mulai tumbuh besar Anda dapat menyangganya menggunakan tiang kecil untuk membantu tanaman tetap tegak.