Ketebalan Selimut Beton

Ketebalan Selimut Beton – Selimut beton atau cover beton dan sering juga disebut daging beton merupakan daerah beton terluar setelah tulangan, sedangkan daerah beton yang ada di dalam tulangan ikat atau ties atau stirrup atau beugel merupakan inti beton. Lantas apakah Anda mengetahui apakah fungsi dari selimut beton tersebut?

Fungsi selimut beton ini utamanya adalah untuk melindungi tulangan beton, apabila tulangan tidak terlindungi dengan baik maka akan mudah mengalami korosi. Akibatnya penampang tulangan akan termakan oleh korosi yang menyebabkan kapasitas tariknya akan berkurang.

Ketebalan Selimut Beton

Apabila kapasitasnya sudah tidak cukup dalam menahan gaya tarik yang terjadi maka yang terjadi adalah kegagalan struktur. Hal ini tentu bukan merupakan sesuatu hal yang kita harapkan. Contoh selimut beton seperti pelat, balok kolom interior (dalam) adalah selimut beton pada struktur yang terlindung dari cuaca, secara umum bagian tersebut membutuhkan minimal 20 mm jarak terluar beton sampai bertemu dengan tulangan.

Untuk struktur yang terekspos oleh cuaca atau udara luar memerlukan selimut beton yang lebih tebal, hal ini juga berlaku untuk struktur yang berhubungan langsung dengan tanah dan air tanah.

Selimut lebih tebal juga diperlukan untuk bangunan yang ada di daerah pantai karena kemungkinan korosi yang akan jauh lebih besar. Sedangkan untuk daerah interior bisa membutuhkan hingga 40 mm. Tebal selimut beton sendiri kini dapat kita ukur menggunakan alat thickness meter (alat ukur ketebalan) yang dirancang khusus untuk mengukur tebal selimut beton.

Selain itu, selimut beton juga mempunyai fungsi lain yaitu untuk fire rating atau kemampuan seberapa lama struktur mampu bertahan dalam kekuatan dan integritasnya pada saat terjadi kebakaran. Tulangan sangat sensitif terhadap perubahan suhu yang terlebih lagi berubah secara drastis, hal tersebut akan menurunkan kuat leleh baja tulangan.

Apabila kuat leleh baja ini berkurang maka kapasitasnya juga akan berkurang yang akan menyebabkan kegagalan struktur karena tidak mampu menahan gaya tarik yang terjadi. Selimut beton akan terpanggang oleh api pertama kali dan akan mengalami retak serta pecah bila terekspos api dengan suhu tinggi, setelah selimut beton lepas barulah tulangan yang akan terekspos oleh api secara langsung.

Fire rating tergantung dari mutu beton dan tebal selimut beton dimana semakin tebal selimut beton makin lama tahan terhadap api dan suhu tinggi. Dalam desain code kira – kira selimut beton ini dapat bertahan sekitar 60 atau 90 menit. Waktu ini diperlukan agar dapat dilakukan evakuasi pada saat kebakaran sebelum gedung mengalami kerusakan atau bahkan kegagalan atau keruntuhan struktur.