Proses Penetasan Telur Bebek

Proses Penetasan Telur Bebek – Bebek merupakan jenis hewan unggas yang banyak diternakan untuk diambil daging dan telurnya. Biasanya bebek yang sudah tidak produktif (tidak menghasilkan telur) akan dijadikan bebek pedaging.

Proses Penetasan Telur Bebek

Pemanfaatan telur bebek sendiri juga dapat dibagi menjadi dua yaitu dijadikan telur konsumsi dan untuk ditetaskan kembali. Namun bebek sendiri bukan hewan yang akan mengerami telurnya sendiri, oleh karena itu peternak sendirilah yang harus berusaha menetaskan telur bebek.

Penetasan telur bebek dapat dilakukan secara alami dengan cara dieramkan oleh ayam, telur bebek dapat dibarengkan bersama telur ayam untuk ditetaskan. Selain itu penetasan juga dapat dilakukan dengan bantuan mesin, secara singkat berikut adalah proses penetasan telur bebek :

Pemilihan telur

  • Pilihlah telur bebek yang masih segar dan dalam kondisi baik
  • Pilihlah telur yang memiliki permukaan halus tanpa cacat yang ketebalan kulitnya merata
  • Selain itu pilihlah telur bebek yang memiliki warna normal atau tidak terlalu biru maupun putih

Setelah telur dipilih maka selanjutnya telur akan ditetaskan dengan mesin incubator atau mesin penetas telur bebek :

  • Aturlah suhu di dalam mesin incubator
  • Bila telur masih berumur 1 – 24 hari maka pastikan suhu mesin incubator tersebut 38 derajat celcius, pastikan suhu tersebut dengan mengukurnya menggunakan termometer
  • Bila telur sudah berumur 25 – 28 hari maka ubah suhunya menjadi 34 derajat Celcius
  • Kelembaban mesin juga harus diatur dimana pada hari pertama hingga 24 kelembabannya adalah 55% – 65%, sedangkan saat telur berumur 25 – 28 ubah kelembabannya menjadi 76%
  • Periksa keadaan telur bebek pada hari ke-4, ke-10, ke-20 menggunakan teropong cahaya lampu atau senter
  • Pastikan telur juga dibolak – balikan secara teratur untuk mendapatkan panas yang merata, bila Anda menggunakan mesin penetas telur otomatis maka hal tersebut akan mudah untuk dilakukan

Proses penetasan telur bebek dengan mesin penetas telur otomatis :

  • Letakkan telur pada kemiringan 45 derajat dengan posisi tumpulnya ada di bagian atas dan ditempatkan pada rak yang sama dari proses awal sampai akhir penetasan
  • Pada hari ke-2 sampai hari ke-25 balik posisi telur dalam rentang waktu 3 hari sekali, selain itu perlu diangin – anginkan selama 5-10 menit pada waktu pelaksanaannya bersamaan dengan pembasahan (telur disemprot air secukupnya) biarkan pintu mesin tetas terbuka pada saat diangin-anginkan itu
  • Setelah hari ke-25 pada 3 hari terakhir menjelang penetasan sebaiknya telur tidak perlu diputar atau dibalik dengan kelembaban yang dinaikkan sedikit agar memudahkan dalam proses peretakan telur