Rem Karbon vs Rem Baja

Rem Karbon vs Rem Baja – Motor yang digunakan pada ajang balap moto GP sudah tidak diragukan lagi karena memang dirancang sebagai motor balap. Bagaimana tidak, motor pada moto GP memang dirancang agar dapat melaju pada kecepatan tinggi dan dapat mengerem sebelum memasuki belokan.

Rem Karbon vs Rem Baja

Bahkan kecepatan maksimal yang pernah tercatat pada ajang balap moto GP dapat melebihi kecepatan 340 km/jam. Oleh karena itu untuk sistem pengereman pada motor ini tentu membutuhkan pengereman khusus agar dapat mengerem secara maksimal.

Pada awal tahun 1970-an merupakan awal moto GP mulai menggunakan rem cakram yang kini inovasinya terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Pada awalnya pada moto gp menggunakan sistem pengereman menggunakan cakram yang terbuat dari baja, namun rem jenis ini mempunyai satu kelemahan yaitu bila cuaca sedang hujan maka rem ini tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Hal ini sudah lama menjadi permasalahan dalam moto gp, namun belakangan ditemukan sistem pengereman baru yang menggunakan serat karbon yang dapat bekerja pada lintasan basah atau hujan. Kini rem cakram baja hanya digunakan pada lintasan kering saja.

Rem digunakan pada moto gp merupakan rem khusus yang hanya digunakan pada motor khusus moto gp, oleh karena itu rem ini hanya dibuat khusus oleh produsennya yaitu Brembo dan Nissin.

Serat karbon yang digunakan dalam rem motor merupakan bahan yang sama kerasnya seperti baja, serat karbon juga memiliki nilai kekerasan yang dapat mencapai 6 – 7,5 skala mohs bila diukur menggunakan hardness tester. Akan tetapi bahan serat karbon memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan baja.

Namun bahan rem serat karbon ini harus dilakukan pemanasan atau warm up dahulu sebelum digunakan agar dapat bekerja dengan maksimal. Oleh karena itu warm up lap memang digunakan untuk memanaskan ban motor dan juga rem serat karbon tersebut.

Bila Anda melihat ada pembalap yang sering melakukan pengereman mendadak selama warm up lap, hal ini dilakukan untuk membuat rem dapat bekerja dalam peforma maksimalnya. Pengereman ini sangat penting untuk digunakan dalam tikungan maupun mencegah motor saling bertabrakan.

Berbeda dengan cakram baja yang tidak terlalu membutuhkan pemanasan, namun rem caram baja ini tidak dapat bekerja pada suhu yang terlalu tinggi. Pada suhu yang tinggi cakram baja akan mudah sekali mengalami slip rem.